angin
8 Februari, 2011
“aku ingin jadi angin,” kataku dengan sedikit merajuk.
dia diam, kemudian, “aku suka kamu apa adanya.”
“aku juga suka jadi diriku sendiri,” tukasku cepat, “tapi… untuk beberapa hal yang belum bisa aku lakukan, aku memilih menjadi angin.”
dia hanya menarik nafas panjang, dalam dan berat. kemudian senyap.
“aku jadi diriku sendiri…. dan angin,” masih tetap dengan menatap kedua matanya.
dia tersenyum, dan sekilas menyentuh ujung hidungku dengan telunjuknya, “aku tahu alasannya apa, tolong percaya kalau aku tahu tanpa kamu harus menjelaskan.”

dan aku percaya,
dan aku diam,
dan aku tersenyum,
karena dia mengerti.

[kj]

maaf, saya….
20 Januari, 2010
iya, iya….. saya tahu, sudah lewat setengah bulan kan dari sejak matahari baru di 2010 ini bergulir?

trus… kok belum nulis2 juga? mentok? ga ada ide? atau tiba2 amnesia? lupa password buat login? atau…….
haha… ga usah begitu lah, saya… mmmmm…. (dengan sedikit berbisik) sibuk

[tertawa dengan keras dan lama]
[sedikit cemberut dan merajuk] iya saya tau, jawaban yang terlalu klasik. tapi kenyataannya begitu. entah kapan saya pernah katakan, kemampuan saya untuk meloading kata adaptasi cukup lemah… tapi itu kenyataan! saya masih harus adaptasi untuk di’repot’kan dengan rutinitas baru. setidaknya menjadi baru kembali setelah setahunan lebih ini ‘tertinggalkan’. Baca entri selengkapnya »
“a, liat dehhhh.. telur yang mau v masak kuningnya ada 2. KEMBARRR…..”




