IBSN: i’m learning…
10 Juni, 2009
i’m a child
i’m a lover
i’m a sister
i’m an auntie
i’m a niece
i’m a friend
and maybe i’m an enemy…![]()
i’ve learn from everywhere, everyone… even from my little cousin…

dia anak kelas 1 smp. perempuan. anak bungsu. satu-satunya kakak perempuan yang dia miliki, berjarak 9 tahun dengannya.
dia manja, sangat.
dan kemudian saya fikir wajar. toh dia anak bungsu, satu-satunya yang masih tertinggal untuk berada di sisi kedua orang tuanya.
dan saya fikir normal, toh saya tetap menilainya sebagai seorang anak yang bertanggung jawab, tidak pernah punya keinginan berlebihan, sederhana. tapi tetap…., ya.. memang dia MANJA.
tapi kemudian ada satu hal yang menarik, yang dari waktu ke waktu kerapkali saya amati dari dia. dia anak yang pandai menempatkan diri.
ya dia manja, tapi lihat, ketika di hadapannya ada anak lain yang lebih kecil, yang luar biasa rewel, luar biasa kolokan, banyak maunya, maka dia berubah menjadi seorang kakak yang luar biasa sabar, ngemong dan menyenangkan.
siap membantu anak yang lebih kecil belajar membaca, menerangkan huruf demi huruf dengan kesabaran, yang saya acungkan delapan jempol (kalau saja saya punya).
ketika di sekitarnya ada hal lain yang lebih penting selain dirinya, maka dia berubah menjadi ‘dewi’ yang siap memberikan pertolongan meskipun hanya satu pertolongan kecil saja.
dan sekejap semuanya menghilang dari hadapannya, dia pun kembali berubah jadi anak kecil yang manja pada orang tuanya.
dan sekejap kemudian ketika keadaan, situasi mengharuskan dia untuk ‘tidak manja’ , maka dia pun berubah seperti seharusnya (setidaknya seperti apa yang dia fikir layak untuk dia perankan sesuai dengan keadaan dan situasi yang dia hadapi).
hanya hal sederhana.
dan semua orang pasti berfikir “ini” satu hal yang mudah untuk dilakukan. memainkan peranan sesuai dengan porsi peranan masing-masing pada waktu yang berbeda-beda…
semua orang pasti berfikir bahwa “ini” adalah wajar, sederhana, otomatis bisa dilakukan dengan baik.
tapi untuk saya pribadi ini tetap satu hal yang menarik.
kadang kita lupa untuk menempatkan diri sebagai anak, yang tidak peduli seberapa ‘tuanya’ kita, tapi orang tua tetap menganggap kita sebagai seorang anak yang membutuhkannya, naif dan selalu membutuhkan orang tua di sisinya untuk mencegahnya melakukan tindakan bodoh yang akan disesalinya seumur hidup.
kadang kita lupa untuk menempatkan diri sebagai teman, yang siap dengan telinga lebar kita untuk mendengarkan teman kita curhat selama 4 musim berturut-turut.
kadang saking lamanya menjomblo, kadang kita lupa, tiba-tiba memberhentikan angkutan kota, naik dan langsung pulang ke rumah, sementara dia, sang kekasih menunggu dengan sabarnya di pelataran parkir.
trus kadang ada juga yang lupa, untuk hanya bertindak sebagai teman, pada teman lawan jenisnya, dengan kangenin dia, mengkhawatirkan dia, memperhatikan dia, menyayangi dia, melebihi dari keharusannya sebagai teman.
waaahhhh yang ini bisa menimbulkan perang dunia ke delapan…!
sepertinya sederhana.
jika dibuat dengan lebih detail, maka kalimat pembuka diatas,
i’m a child, i’m a sister… dan lain-lain,
maka daftarnya bisa menjadi demikian panjangnya,
saking banyaknya peranan yang kita mainkan dalam hidup kita.
mungkin tidak semua peranan bisa kita perankan dengan sama baiknya.
mungkin ada yang lolos dari sensor pengawasan dan penilaian kita terhadap diri sendiri.
tapi satu hal yang kemudian saya anggap penting adalah..
don’t be fake!
apapun peranan yang kita mainkan, yang kita lakonkan…
tetaplah jadi diri sendiri,
jangan memaksa untuk memainkan peranan yang tidak seharusnya kita mainkan hanya untuk membuktikan bahwa kita seorang pelakon yang baik.
tidak usah berpura-pura bisa memainkan satu peranan yang bahkan hati kita menolaknya…
berusaha untuk memainkan setiap peranan dengan sebaik-baiknya adalah tuntutan yang tidak bisa dihindari,
tapi kita pun tak perlu menjadi orang lain untuk melakonkannya, hanya untuk menjadikan diri kita tampak ’sempurna’.

mmmmm… mudah2an saya bisa memainkan peranan saya dengan baik untuk kamu.

[...KJ...]





10 Juni, 2009 at 10:12 pm
sepertinya semua pengalaman menjadi pelajaran hidup terbaik
12 Juni, 2009 at 9:08 am
baiklah, makasih.. ini paparan yg bagus.. ^_^
12 Juni, 2009 at 11:19 am
pengalaman layak dijadikan bahan renungan. diambil manfaatnya
12 Juni, 2009 at 1:06 pm
berguru pada pengalaman lebih baik dari pada membaca buku
12 Juni, 2009 at 1:07 pm
mampir aja… mudahan selalu dalam keadaan sehat
12 Juni, 2009 at 1:21 pm
“apapun peranan yang kita mainkan, yang kita lakonkan…
tetaplah jadi diri sendiri,”
setuju!!!
12 Juni, 2009 at 1:22 pm
lama saya tidak mampir ya? ohya, blogroll itu sepertinya perlu di update, alamat blog saya ganti ke
http://elfaruq.wordpress.com
12 Juni, 2009 at 1:24 pm
Namun kelak seiring waktu peranan kita akan mengikuti kehidupan yang kita alami…..
dan darisana pulalah kita bisa belajar ternyata mereka “dulu” bersikap kepada kita adalah cerminan kita dimasa mendatang
12 Juni, 2009 at 1:41 pm
intinya menjadi diri sendiri aja yah..
kumaha damang…??? kapan neh ngaliwet..?? heuheu
12 Juni, 2009 at 1:58 pm
BERBUAT DENGAN BAIK DAN IKHLAS
Kunjungi:
http://miejanda.com
12 Juni, 2009 at 2:20 pm
mari kita mawas diri
12 Juni, 2009 at 2:52 pm
dan untungnya blue tuh kagak pernah memainkan diri sendiri kalau main tangan ……………..hahahahitu emang blue banget!@$#$$%%
salam hnagat selalu
senang dech u masih mengingat blue. trims ya sahabat
sukses selalu yah
12 Juni, 2009 at 4:15 pm
makasih kunjungannya
ni kunjungan balik..
ah, saya harus setuju dengan ini
sebagai apa pun, jadilah diri sendiri:
“diri yang selalu belajar
untuk menjadi lebih baik dan baik lagi,
bukan yang keukeuh jadi diri sendiri
tapi buruk dan suka menyakiti orang lain..!”
12 Juni, 2009 at 4:23 pm
belajar dari pengalaman ya, memang rasional, hehehe
thanks ya
12 Juni, 2009 at 4:25 pm
blognya mantab ya
tukeran link bisakah?
saya tunggu perkenannya ya
tx
12 Juni, 2009 at 8:25 pm
waw………….wawa……………..
12 Juni, 2009 at 8:54 pm
lagunya panggung sandiwara, setiap insan dapat satu peranan yang harus kita mainkan..
12 Juni, 2009 at 10:06 pm
Peran apapun harus dimainkan dengan maksimal. Pasti bisa, dan harus bisa
12 Juni, 2009 at 10:28 pm
Hai kemana aja..?
Semoga aku gak termasuk orang yg palsu..
13 Juni, 2009 at 7:50 am
kau kasih diriku peran, aku mainkan, dan tak perlu menunggu apakah award berlabuh kepadaku?
Apa kabar V?
13 Juni, 2009 at 7:54 am
saya kok sejutu dengan kalimat motivasi dari Mario Teguh,..”Orang yang selalu berpura-pura baik, maka Allah akan segera mengentikan keberpuraan untuk menjadi baik yang sesungguhnya”. seperti berpura-pura selalu mamaafkan, maka kita akan menjadi pemaaf yang sebenarnya. hal ini tentunya berpura-pura yang dilandasi dengan keikhlasan
13 Juni, 2009 at 11:30 am
hehe… tersindir aku terutama untuk parangaf yang ada Imoticon smile-nya itu loh….
13 Juni, 2009 at 10:28 pm
I’am blue and said………….
met malam mingguan ya sobat.
god night.
salam hangat selalu
14 Juni, 2009 at 12:34 am
Semoga dapat berperan dengan baik dan sukses.
Hmmm… kaya aktris ajah nich
salam superhangat
14 Juni, 2009 at 1:46 pm
kunjungan
15 Juni, 2009 at 8:24 am
I’m blue
salam hangat selalu
semangat ya ok
15 Juni, 2009 at 10:22 am
salam kenal
dan selamat pagi
jadi ….
intinya
tempatkan diri pada posisi yang benar sesuai keadaan, dan….
belajarlah dari sekeliling kita, bahkan dari anak kecil sekalipun…
begitukah…
ya, menurut saya begitu….
^^
15 Juni, 2009 at 2:31 pm
i’m learning,
from you….
15 Juni, 2009 at 3:27 pm
Pengalaman adalah Guru yang terbaik!
15 Juni, 2009 at 3:37 pm
Kita perankan peran kita masing2 di Dunia maya ok!
15 Juni, 2009 at 3:38 pm
Wach mbak komentku kok dibaca/dianggap SPAM ya?
tolong selamatkan ya mbak……….
15 Juni, 2009 at 9:40 pm
i traped under ice!!!
hehehehe…cool sistah…
18 Juni, 2009 at 4:39 pm
pa cabar?
salam hangat selalu
18 Juni, 2009 at 7:30 pm
terima kasih atas penjelasan dan pencerahannya
19 Juni, 2009 at 3:57 am
im learning… on U ^^v
19 Juni, 2009 at 3:58 am
im learning.. from U ^^v
19 Juni, 2009 at 3:59 am
and, im learning.. with U ^^v
19 Juni, 2009 at 4:00 am
miss u
19 Juni, 2009 at 5:24 pm
lets find more
20 Juni, 2009 at 11:26 pm
salam hangat ya kak.. maaf baru bisa berkunjung
-salam- ^_^
21 Juni, 2009 at 12:19 pm
Saya juga mau belajar… ^^
Semangatt!!
21 Juni, 2009 at 2:29 pm
berusaha untuk memainkan setiap peranan dengan sebaik-baiknya adalah tuntutan yang tidak bisa dihindari,
tapi kita pun tak perlu menjadi orang lain untuk melakonkannya, hanya untuk menjadikan diri kita tampak ’sempurna’.
—> seperti lirik lagu aja
23 Juni, 2009 at 2:38 pm
hem lama ga ke blog ini…
sory ya bos jarang kunjung2
23 Juni, 2009 at 8:08 pm
Jadilah diri sendiri..
Salam Sayang
24 Juni, 2009 at 11:13 am
hai, hidup itu indah
24 Juni, 2009 at 3:57 pm
absen doeloe. Dah lama gak mampir…
29 Juni, 2009 at 8:05 am
30 Juni, 2009 at 12:56 pm
then i’m here again
3 Juli, 2009 at 3:33 pm
update atuh..
3 Juli, 2009 at 3:36 pm
jagain mon2 ya
6 Juli, 2009 at 9:23 am
Namun seringkali dunia luar melihat kita tampak begitu sempurna, jika kita terbawa arus itu maka ada ongkos pesona diri yang akan kita bayar yang membuat kita tak lagi apa adanya seperti ketika kita di rumah.
10 Juli, 2009 at 11:18 am
pemikiran yang bagus.
menyadarkan saya.
10 Juli, 2009 at 6:22 pm
Met sore.. Maaf OOT..
Saya minta dukungannya di kontes ngeTop ngeTren yaa sob.
Caranya gmpg banget,, cuma pokoknya kasih komentar di postingan saya..
Makasih sebelumnyaa..
15 Juli, 2009 at 9:07 am
pagi sahabat
blue datang kehangatannya pagi
semangat ya ok
salam hangat selalu
10 Agustus, 2009 at 9:50 pm
nice..
memainkan peran dan tetep jadi diri sendiri