Apakah seperti ini rasanya kehilangan?
10 Juli, 2008
Saya hampir tidak pernah ditinggalkan. Karena selalu saya yang meninggalkan. Apa ini salah? I always push my self into the limit… bertahan, diam, berharap semua akan berubah, sampai kemudian pada satu titik saya menyerah dan memilih pergi.
Kali ini saya tidak pergi, dia juga tidak “pergi” karena bagaimana mungkin bisa pergi kalau kita tak pernah datang? Hanya harapan yang mengikatkan kita pada satu tumpuan (meski tak terpancang dengan jelas, saya ingin menyebutnya tumpuan). Yah hanya harapan. Bukan janji, bukan pula ikatan itu sendiri. Dia bukan milik saya, begitupun sebaliknya. Dan bagaimana mungkin saya menyebutnya kehilangan?
“Sebentar saja, sayang… Mudah-mudahan ini jadi satu jalan untuk jadikan kamu halal untukku.”
Huh… entahlah saya sanggup atau tidak. Puluhan hari seolah bukan waktu yang sebentar untuk saya. Tidak tanpa komunikasi sepatah pun. Yah… ribuan jarak sanggup saya lewatkan dengannya, asalkan masih ada “kalimatnya” yang bisa saya dengar dan saya baca. Kali ini? Tak sepatah katapun?
“Kita masih bisa saling mendo’akan, sayang..”
Yah, do’a, hanya do’a! Tapi saya juga dia percaya akan kekuatannya.
Besok, Jumat, 11 Juli 2008, saya akan menghadapi satu babak baru dalam hidup saya. Satu babak yang tidak pernah saya lakoni sebelumnya. Satu babak yang belum dituliskan naskahnya dalam hati saya. Karena Dia yang menuliskannya untuk saya juga dia. Ikhlaskan saya, juga dia Ya Allah.



10 Juli, 2008 at 12:36 pm
Aahhh..V….
Bee mau kemana gitu..?
V ditinggal ya..? hmmmm…semoga V baik” aja begitupun Bee.
Saling berharap dan berdoa saja semoga semuanya baik” saja
muwach muwach
10 Juli, 2008 at 1:49 pm
Keadilan itu hanya milik Allah V, saat kita tidak pernah merasakan hal apapun, Allah pasti memberikannya. Dan kita tak bisa mengelak. Sabar ya…long distance juga bisa seru koq. telpon2-an kayak anak ABG (woalah cuapek). SMS-SMS-an karenaa untuk datang ketemu tuh terhalang jarak. Mudah2an dugaan saya benar. V mau di tinggalin pergi ya….? kenapa nggak ngikut aja??
Duh nu namina di panineungan teh…lawas seu eur ngahelas pisan atuh. Sok cobian, tapi Endah koq.
10 Juli, 2008 at 2:28 pm
Saya belum pernah kehilangan V, tapi saya berempati. Mudah2an ini bukan kehilangan tetapi fase penggantian, dengan yg lebih baik tentunya. Salam.
10 Juli, 2008 at 2:30 pm
Ada apa kah ini ? pas masuk langsung cerita tentang kehilangan … sabar aja ya mba
10 Juli, 2008 at 3:15 pm
Ditinggal kerja ya?? just guess..
yah mudah2an segalanya menuju ke kebaikan…
10 Juli, 2008 at 4:00 pm
Setiap kehilangan akan mendatangkan ganti,…..
Kesabaran yang terus diuji,…
10 Juli, 2008 at 5:07 pm
Mo pada kemana sih??? dududududu…
10 Juli, 2008 at 6:19 pm
kehilangan yang sangat besar memang saat kita di tinggal kan seseorang
entah dia pergi atau menuju ke ruang ilahi.
10 Juli, 2008 at 6:56 pm
air mataku menetes, gerangan apa yang menimpa kidungjingga, oh… adakah yang mesti aku bantu ? meski lewat kata-kata.
11 Juli, 2008 at 5:54 am
janganlah engkau menyesali yang telah pergi .
moga-moga dapat pengganti .
11 Juli, 2008 at 5:57 am
hidup kita …………..datang untuk pergi…….
begitu dia datng kita sambut dengan senang …
begitu dia pergi engkau sambut dengan tangisan …ini semua udah hukumnya mbak .
salam …..Boyolali
11 Juli, 2008 at 7:31 am
“Menyerah dan memilih pergi ….”
Apa ini jalan yang musti saya tempuh juga ya … ?
11 Juli, 2008 at 10:50 am
saya yang hanya bisa diam.
11 Juli, 2008 at 1:12 pm
Kali ini saya tidak pergi, dia juga tidak “pergi” karena bagaimana mungkin bisa pergi kalau kita tak pernah datang?
sebuah kata yang mengandung makna yang sangat dalam. aq rasa qm tidak kehilangan, hanya lagi qm tidak sedang bersamanya. dia tidak sedang meninggalkanmu, hanya lagi qm tidak berusaha bersamanya.
12 Juli, 2008 at 5:48 am
kehilangan….??
kenapa bisa mengatakan kehilangan, sedangan anda juga mengatakan tidak memilikinya….
saat ini saya juga belajar untuk tidak pernah merasa kehilangan untuk semua yang saya rasa miliki,…
belajar lah untuk siap melepas apapun… bukankah kita memang tidak memiliki apapun kecuali ridho dan kasih sayang Allah…
12 Juli, 2008 at 8:36 pm
Kata-kata terakhir yang diucapkan kekasih saya adalah “De, kita akan baik-baik saja. sini peluk mas, agar kita bisa kembali lagi nanti” dan setelah itu dia menghilang tanpa kabar, hingga saat ini … dan saya tahu rasa kehilangan itu sist, I have been there. Yang kuat yah, waktu akan menyembuhkan kita.
14 Juli, 2008 at 1:52 pm
ditinggal jauh kah?
LDR yiah??
hmm..
yang susah bukan “kehilangan”-nya, tapi “penantian”-nya.
makanya orang sering putus waktu LDR,
bukan karena kaburnya sosok,
tapi rasa penat… nunggu itu nyebelin iio!
14 Juli, 2008 at 4:49 pm
Yah, memang kehilangan itu membuat susah. Pernah di suatu hari saya pergi dengan niatan baik, untuk berbagi bersama saudara ataupun teman dekat, namun sesampainya di tempat tujuan, aku malah kebingungan. Yah… aku bingung, karena perasaan tadi bawa duit 200-rebuan koq sekarang gak ada di kantong, apa kecopet??, mana belanjaan udah di keranjang lagi… kan kalo gak di bayar kan malu tuh…
*Kabuuur.. sebelum di timpuk…*
15 Juli, 2008 at 4:49 pm
liwat sms? mana nyalinya tu cow? udah tinggalin aja bu
16 Juli, 2008 at 11:29 am
oh salah sangka ya? emang saya sok tau, pokoknya cow mah jangan dikasi hati, hariginih, kita mesti memegang teguh prinsip!!!! semangad!
ijah, emang di MP agak aneh, gabisa langsung kasi komen, mesti buka account dulu, yasudah, takmengapa, kamu koment dalam hati ajah
today MP diblog dari kantor, beteeee
16 Juli, 2008 at 11:30 am
eh kalu dia kembali bawa rumah plus mobil, langsung ajah terima dan paksa merit! astagah!
16 Juli, 2008 at 4:44 pm
males ngerubah lagi, start from the beginning again, I dont have much time to write a blog…
ooh aq sedang sangat lapar dan ingin merokok sangat, heeelp.. ganyambung ih
17 Juli, 2008 at 3:35 pm
gpp. dimaafkan.. sangat dimaafkan.. huhu * hati merana teriris iris.. * jadi pin main voli.. mareee
26 Juli, 2008 at 1:48 am
itu semua cuma kehidupan..
ada yang datang n ada juga yang pergi..
ada waktu nya bersama n ada juga waktu nya berpisah..
hadapi kenyataan..
kehidupan gak akan kembali pada yang lalu..walau itu baru satu detik berlalu dari kita…
smile..