listen to my heart (it’s a wrap)
9 Juni, 2008
satu senja aku menulis satu bait puisi pada cakrawala, yang kemudian merubah segelas milkshake dalam dadaku jadi sepotong roti kering yang hampa dan beremah-remah
aku mengeluh pada setetes air yang meluncur dari sepotong rumput sehabis hujan. sediktpun tak tersisa huruf-huruf ratapanku. Hanya sepi… hening…, hanya satu persatu nafas yang bahkan dipandu mimpi untuk tak kehilangan detak
kemudian aku dengar bermoncong2 kalimat sinis, desis… dan masih kudengar ribuan kata yang berlontaran keluar diantara geligi dan lidah yang masih menyisakan kata waras dan berfungsi seharusnya, diantara kegilaan otak dan kenaifan hati
aku ingin, menghempaskan seluruh penatku pada lidahmu yang liar menyusuri nadiku
aku ingin, meluluhkan seluruh rasaku pada hangat bibirmu yang melumat habis seluruh sendiku
aku ingin, memelukmu dalam keterjagaanmu
tapi nada yang kita gumamkan tak pernah sama. masing2 terpolusi kenyataan yang menyesakkan dada. masing2 terkotak-kotak jutaan kalimat yang terus menerus menampar kita untuk bangun dalam sadar dan meninggalkan benang khayal yang tak kuasa kita urai
malam tadi, aku bicara pada bayanganmu. aku berlari, aku menari, aku berputar, aku menjemputmu untuk sekedar menyentuhmu dalam gelap
entah rasa apa yang ingin aku sebutkan, entah mata mana yang ingin aku lihat, entah tubuh mana yang tak ingin aku lepas dari genggaman
tapi selalu yang aku temukan hanya gumpalan2 adrenalin yang menghilangkan kewarasanku. naluri, akal sehat… semua kehilangan jalannya. hanya untuk satu senyum, tak lebih… dan beberapa bonus yang membuatku liar dan sesak
dan pagi tadi…
aku biarkan lukaku menganga, membusuk dan membuatku mati
aku tak ingin menemuimu esok, lusa dan selamanya
aku tak ingin menyayangimu dan kehilangan nyawa
aku tak ingin sesak dalam jalanku dan menginginkanmu
aku hanya ingin terbunuh dalam indah
Â
Note: juga diambil dari sini



9 Juni, 2008 at 11:44 am
Apa sih yang sebenarnya Vdee rasakan saat tulis posting ini?
9 Juni, 2008 at 11:45 am
aku hanya ingin terbunuh dalam indah
Saya suka kalimat ini …
9 Juni, 2008 at 12:10 pm
@BanNyu
perasaan v saat itu? beberapa tahun yang lalu itu? entahlah… ngambil istilahnya mommyhore… “terjebak dalam permainan hati”… (?)
9 Juni, 2008 at 12:27 pm
wew….itulah…kalau bermain main dengan hati….
suka araraneh sajah.
tapi kalau keasyikan juga…gak benul ya v…
pokoknya..luv u V aja dah..muwaaaach
9 Juni, 2008 at 12:34 pm
@Bundanya V
Rusuh bund… kaya yang dikejar setoran, heheh…
9 Juni, 2008 at 12:36 pm
Seperti nafas yang enggan dihembuskan.
9 Juni, 2008 at 4:32 pm
emang V terluka dimana? jangan biarkan terluka dunk….
9 Juni, 2008 at 4:33 pm
lupa ninggalin jejak
9 Juni, 2008 at 5:37 pm
karena akhirnya tidak dapat menahan ketidak cocokan dengan dia, lalu memutuskan hubungan tidak secara baik-baik, dan hanya menyisakan beberapa kenangan indah bersamanya, maka V membuat puisi beginian…
ngga nyangka….
10 Juni, 2008 at 9:34 am
hehehhehe….biar aki-aki tapi yg penting keyen.
10 Juli, 2008 at 7:21 pm
aku suka tulisan yg ini. makasih ya tas kunjungnnya.