Meminjam atau Meminta?
23 Mei, 2008
Jumat malam seminggu yang lalu, di bis sepulang dari Jakarta bersama rombongan dari kantor, tiba-tiba salah seorang teman kantor saya (perempuan) menepuk-nepuk paha saya dan membangunkan saya dari tidur. Dengan wajah memohon, dia meminjam handphone saya untuk menelpon karena handphone dia katanya tidak bisa digunakan. Saya kembali tidur sesaat setelah handphone saya berpindah tangan. Baru sadar setelah bis berhenti di Purwakarta, katanya kalau-kalau ada yang mau membeli oleh-oleh. Dan baru di Purwakarta itulah saya terima handphone saya lagi. Teman saya itu bilang, nanti kalau sesampainya di kantor dia mau mengganti pulsa saya yang terpakai (entah dengan cara seperti apa, saya tidak bertanya).
Tapi sayangnya sampai detik ini (seminggu berlalu), ternyata tidak ada niatan baik teman saya itu untuk memenuhi janjinya. Padahal tiap hari di kantor bertemu, lho. Sebenarnya kemarin dia sempet bilang, dia tidak bisa transfer pulsa dari handphone, tapi katanya nelpon ke sesama operator kok… paling juga berapa! Kemudian dia pergi begitu saja.
Akhirnya saya mengerti, bahwa sebenarnya dari awalpun dia tidak berniat untuk mengganti, dengan kata lain dia berniat meminta. Sebenarnya saya tidak peduli, karena toh dari awalpun saya meminjamkan handphone saya, merelakan dia pakai buat menelpon sampai 3 kali panggilan, saya sama sekali tidak berniat meminta ganti. Dia sendiri yang berinisiatif untuk mengganti, dan memang saya mendiamkannya. Saya juga jahat mungkin, karena tanpa sadar saya ingin menguji kesungguhan kata-kata dia.
Tapi yah sudahlah… bukan hal yang besar sebenarnya. Intinya sebenarnya adalah, saya hanya ingin, semua orang bisa membedakan kata “meminjam” dan “meminta”, karena jelas sangat berbeda. Tapi dalam kehidupan sehari-hari hal yang sepele ini kadang terlupakan (atau sengaja dilupakan?). Padahal meminjam sama artinya dengan berhutang. Dosa lho kalau tidak dikembalikan… atau mungkin memang berharap yang meminjamkan meng-ikhlaskannya? Haha… siapa tahu?
Yuk, kita mulai membedakan “meminjam” dan “meminta” ini. Mungkin yang kita pinjam hanya barang-barang kecil atau nilai uang yang tidak seberapa. Tapi kembali lagi deh, pada saat-saat kita membutuhkannya, dan ternyata ada yang meminjamkannya, setidaknya kita merasa tertolong kan? Masa iya sih, kita tega mengecewakan seseorang yang sudah menolong kita?
Jadi……. mulai ingat-ingat lagi yah, kalau-kalau ada sesuatu yang kita pinjam, yang ternyata belum dikembalikan sampai detik ini.





23 Mei, 2008 at 1:46 pm
pertamax!
itu temennya lupa ngasih “makan” hp jeungs kidungjingga. sibuk kali …
23 Mei, 2008 at 1:49 pm
@Rully
Hahaha… tema hari ini tentang makan-memakan-dimakan-ngasih makan????
Mungkin benar juga… dia lupa ngasih “makan” hp nya, tapi mas rully ga lupa ngasih “makan” blog2nya kan?
23 Mei, 2008 at 2:14 pm
hmmm kayaknya dah lupa neh pernah minjem apaan ajah. Kayaknya terserang amnesia ringan deh
. Atau pura2 amnesia yah??!!
23 Mei, 2008 at 4:06 pm
Ini saya dengan ucapan Insya ALLAH tanpa diikuti dengan niat memenuhi janji … manusia memang tempatnya khilaf yah.
23 Mei, 2008 at 5:53 pm
pinjem handphone sama pinjem pulsa juga beda lho y… :-p harusnya tmennya jeng kidung ijin pinjem handphone plus pulsa.nya…
24 Mei, 2008 at 12:47 pm
Peminjam yang aneh, ya begitu lah kita.. (hah kita?? lo aja kali…), lama-lama kata pinjam di sinonimkan dengan kata minta, kekeke…
26 Mei, 2008 at 9:22 am
@fisha17
Nah sekarang tiba2 saya yg jadi amnesia. Fisha itu siapa ya? blognya apa sih? eh sebelumnya memang pernah kenal ya? duuuhh maaf lupa…
@Rindu
Bener, manusia tempatnya khilaf…
Tapi tdk berarti setiap kali bikin salah trus bilang, “namanya juga manusia.. tempatnya salah, khilaf…”
Hehe, berusaha untuk bisa lebih baik, wajib kan?
@hanif
Iya juga sih, tapi tetep aja bersyukur, setidaknya hp nya masih dikembalikan. Hehe..
@andries
Jangan sampai ah, masa pinjam=minta. Yang rugi banyak, bank juga keknya banyak yang gulung tikar.. Hehe…
26 Mei, 2008 at 4:57 pm
lain kali bilang minta ah, biar jelas
minta hpnya dong
27 Mei, 2008 at 8:10 am
@puputs
Jauhin puputs ah…. abisnya banyak minta!! Heheh…
27 Mei, 2008 at 2:35 pm
v..pinjem celananya dong!
28 Mei, 2008 at 5:10 pm
hemm..
saya jadi lupa tadi mau nulis apa??
mau minjem apa mau minta ya??
ato mau apa ya?? :p
28 Mei, 2008 at 10:40 pm
sebaiknya tidak dua2nya….tidak meminjam maupun tidak meminta….berusahalah sendiri….
28 Mei, 2008 at 11:12 pm
hihihi..ikyul seneng deh coz slama ini selalu bilang “minta pulsanya yah bwt sms”………….gubrakkkk :p
29 Mei, 2008 at 8:38 am
@harry_zoe
harry….! v kan cm py 1….
@nagataro
mau minjemin kali mas… sok atuh mu minjemin apa?
@yusdi
hmmmm…. contoh nih.. contoh… hehe..
@ikyul
yaelah mba ikyul… hobby minta ko bangga… ga mau deketin mba ikyul ah…
29 Mei, 2008 at 10:50 am
Nulis lagi yok …
30 Mei, 2008 at 8:17 am
@Rindu
Hehe…. iya…iya… insya Allah hari ini… Kemarin seharian mati lampu. Pemadaman. katanya program penghematan gitu. hu….
30 Mei, 2008 at 11:54 am
kewajiban kita untuk mengingatkannya, kalo tidak sama aja kita juga berdosa karena tdk mengingatkannya
30 Mei, 2008 at 12:41 pm
@satoetitik
ngingetin kan udah, tapi dianya mungkin ngerasa kalo itu satu hal yang wajar (mungkin). ya sudah… kalo saya bolak balik “nagih” juga ga lucu. udah diikhlasin kok sekarang, cuma sekedar “ngingetin” diri sendiri juga kalo minjam, yah harus dikembalikan. gitu
2 Juni, 2008 at 9:09 am
emang hrus sabar mba menghadapi orang seperti itu, maafkan aja kalo emang nga tepati janji
2 Juni, 2008 at 9:28 am
Emang, kadang2 tanpa sadar kita menelan ludah yang sudah dubuang. Analogi yang menurut saya lumayan menjijikan. Bagaimanakah analogi yang akan menjadi fragmen di akhirat kelak?? Lebih mengerikan daripada menelen ludah tadi mungkin. Naudzubillahhimndzalik.
Salam kenal juga ya, Mbak ^_^
2 Juni, 2008 at 11:37 am
@sangd3wi
Sudah dimaafkan ko… tnang aja… heheh…
@Dani Little Notes
Analogi yang menjijikan!!! bener2! Tapi yaitu seperti yang kamu bilang ingat akhirat lebih ngeri lagi yah…
insya Allah saya belajar meng-ikhlaskan. Bantuin yah?
3 Juni, 2008 at 6:51 am
seringkali kita menganggap sepele hal seperti ini.Padahal …buktinya kan ada yang merasa jadi korban. Hmmm…kalau itu terjadi menimpa temen dekat, yaaa..wajib diingatkan biar gak berlarut larut. Bilang aja : ” Kemaren kamu janji mau ganti pulsa, buktiin janji mu ” hihihihi…walau menyakitkan….biar clear aja
3 Juni, 2008 at 11:51 am
@Bubu_okky
Udah ah… bund… v pernah becanda ngingetin, tapi dianya g peduli. jadi ya udah aja.
5 Juni, 2008 at 4:55 pm
bukan nyindir gw kan
6 Juni, 2008 at 8:19 am
@ketela
nyindir sih sebenernya…. ngerasa kan? heheh..